Tampilkan postingan dengan label Iran news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran news. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

Iran’s Leader Cites Nuclear Progress


Agence France-Presse — Getty Images
Enlarge

Associated Press
President Mahmoud Ahmadinejad at a press conference today in Tehran, Iran.

President Mahmoud Ahmadinejad’s statement that Iran hoped soon to master the nuclear fuel cycle came as world powers, suspicious that Iran is seeking the means to make atom bombs, are trying to agree on a regimen of sanctions. Iran says it wants only to fuel reactors and generate electricity.
“I hope we can have our celebration of Iran’s full nuclearization this year,” Mr. Ahmadinejad said during a news conference in Tehran, apparently referring to a program that could do everything from extracting uranium ore from the ground to enriching it into reactor fuel. Iran’s calendar ends in March.
In its latest report on the Iranian nuclear program, the International Atomic Energy Agency, based in Vienna, said Tehran was moving ahead with its efforts to purify uranium while refusing to answer basic questions about its atomic program.
For instance, the report said Iran had failed to provide full access to records needed to confirm its claims in June of having enriched uranium to a level of 5 percent, which is suitable for reactors.
The report also said inspectors had made no progress in resolving the origin of previously discovered traces of highly enriched uranium, which can fuel atomic bombs. In September, the agency disclosed the discovery of the particles on a container from a waste storage site at Karaj, not far from Tehran, but withheld judgment about where the material came from and whether it could be linked to a secret nuclear weapons program.
Finally, the report said inspectors had recently found traces of yet another unexplained particle — plutonium — on samples from containers at Karaj and was assessing a response from Tehran about its origin. Plutonium, like uranium, can fuel atom bombs. “Unless Iran addresses the long outstanding verification issues,” the report concluded, the atomic agency “will remain unable to make further progress in its efforts to verify the absence of undeclared nuclear material and activities.”
The report was sent to the 35 countries on the atomic agency’s decision-making board before its regularly scheduled quarterly session in Vienna on Thursday and Friday of next week. It was distributed on a confidential basis yesterday but was quickly made available to reporters.
In Tehran, Mr. Ahmadinejad once again defied international demands to suspend uranium enrichment and reiterated Iran’s ultimate enrichment goal — to expand its program to an industrial level with 60,000 centrifuges.
In a news conference with Iranian journalists, he also brushed off suggestions by other senior authorities that Iran might suspend the reactor-fuel program, saying there was no way Iran would turn back.
Mr. Ahmadinejad said Iran had prepared itself to confront possible sanctions. “Nothing has been passed against Iran yet, but we are ready for any condition,” he said. “They will do their best, and so will we. In the end, the winner is whoever stands more firmly.”
He said Iran was willing to hold talks with the United States if it changed its attitude. “We want to have good relations with all countries, but they have a certain attitude and think they own the world,” he said. “Our people cannot tolerate that.” He said he would soon send a message to the American people that would explain the viewpoint of Iranians.
So far, Iran has built two cascades of 164 centrifuges for uranium enrichment — the process of purification used to make nuclear reactor fuel and, at great purity, the core of an atom bomb. It has announced that it wants to have 3,000 centrifuges operating by March 2007.
Nuclear experts have estimated that it could take a plant of 3,000 centrifuges as little as nine months to make 55 pounds of highly enriched uranium — enough for anywhere from one to five small nuclear weapons, depending on the skill of the bomb makers.
Intelligence analysts say Iran could be anywhere from three to nine years away from having the ability to build an atom bomb.

Iran Aktualita

 (12 November 2010)
Rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, hari Rabu pagi (03/11) dalam pertemuan penuh semarak dengan ribuan siswa menyebut 13 Aban sebagai simbol ketamakan Amerika dan ketergantungan rezim thaghut pada kekuatan utama dunia. Dikatakannya pula, 13 Aban adalah kekuatan iman yang bersandarkan pada hati nurani, pelopor generasi pertama di kancah politik dan keberanian generasi revolusioner pertama. Rahbar menekankan, "Kini bangsa Iran semakin pasti dan kuat dibandingkan masa-masa lalu serta tengah bergerak menuju tujuan yang tinggi dan puncak kebahagiaan. Dalam gerakan agung ini para pemuda berada di barisan terdepan." Dalam pertemuan yang dilangsungkan menjelang 13 Aban yang dikenang sebagai Hari Nasional Perlawanan terhadap Arogansi dan Hari Pendidikan Nasional, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyebut 13 Aban merupakan simbol penting yang memiliki makna dan hakikat yang sangat berlimpah. Ditambahkannya, "Satu dari kejadian 13 Aban terkait dengan pidato Imam Khomeini ra yang disampaikannya tahun 1964 di Qom sebagai bentuk protes atas sikap parlemen waktu itu yang meratifikasi undang-undang diskriminatif soal kekebalan hukum warga Amerika yang berujung pada pengasingan Imam Khomeini ra. Sejatinya pidato Imam Khomeini ra waktu itu adalah teriakan kebenaran yang membela maslahat, kepentingan dan kemuliaan bangsa Iran."
Rahbar kembali mengingatkan ucapan kepala-kepala negara Amerika di pelbagai periode yang tampak lahiriahnya bersahabat seraya mengatakan, "Sekalipun ucapan itu lunak secara lahiriah, tapi batinnya sama dengan serigala yang berbulu domba."
Rahbar kemudian menyinggung soal aksi-aksi yang dilakukan antek-antek rezim thagut membantai para pelajar pada 13 Aban 1357 atau 4 November 1979 dan menambahkan, "Dengan mencermati peristiwa ini, 13 Aban merupakan simbol partisipasi generasi muda dan kepeloporan mereka di medan perjuangan."
Rahbar juga mengingatkan aksi berani para pemuda dan mahasiswa saat menguasai sarang mata-mata Amerika pada 13 Aban. "Langkah ini menjadi simbol keberanian generasi revolusioner pemuda Iran dalam menghadapi kepongahan Amerika. Karena menduduki sarang mata-mata Amerika berhasil menggoyahkan kekuatan Amerika dan membuatnya bertekuk lutut," ujar Rahbar.

Makna dan hakikat yang tersimpan dalam pelbagai peristiwa pada tanggal 13 Aban sangat besar dan penting dalam pandangan Rahbar. Beliau mengatakan, "Dengan mencermati detil hakikat ini kita dapat mengerti betapa ada kelompok kecil pada 13 Aban tahun lalu turun ke jalan-jalan dan meneriakkan slogan anti 13 Aban. Mereka ini sebenarnya ingin menghidupkan kembali kewibawaan Amerika, menutup-nutupi arogansinya dan menyoal gerakan agung bangsa Iran dalam menghadapi kezaliman besar Amerika. Patut diketahui bahwa upaya ini berakhir dengan kegagalan."
Di bagian lain dari pidatonya Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menilai kegagalan fitnah tahun lalu adalah contoh gamblang dari partisipasi aktif dan cerdas dari para pemuda. "Fitnah tahun lalu adalah fitnah besar dan di tahun-tahun setelahnya bakal tersingkap betapa ada konspirasi berbahaya di balik semua ini. Fitnah ini gagal berkat kehadiran para pemuda yang menjadi pelopor di setiap medan," ungkap Rahbar.
Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dan Menteri Luar Negeri Manoucher Mottaki secera terpisah mengeluarkan pernyataan terkait kesiapan Tehran untuk berunding dengn kelompok 5+1. Mottaki menekankan sikap Republik Islam terkait kesepakatan pertukaran bahan nuklir dengan Barat dan menyatakan bahwa kesepakatan tersebut hanya diterima jika sesuai dengan Deklarasi Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki juga menolak laporan media Barat tentang tawaran baru AS soal pertukaran bahan bakar dengan Iran dan menyebutnya sebagai permainan media Barat.
Hal itu dikemukakan Mottaki mereaksi laporan surat kabar Perancis Le Monde edisi (4/11) bahwa AS telah memberikan tawaran baru agar uranium yang telah diperkaya di tingkat rendah milik Iran ditransfer ke Rusia untuk diperkaya lebih tinggi.

Iran terus menekankan perundingan harus berlandaskan koridor Deklarasi Tehran. Deklarasi Tehran ditandatangani oleh Iran, Turki dan Brazil pada 17 Mei lalu. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Teheran akan mengirimkan uraniumnya yang telah diperkaya di tingkat rendah ke Turki untuk diganti dengan uranium yang telah diperkaya hingga 20 persen.
Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad membuka Dialog Kerjasama Asia (ACD). Ia mengharapkan dalam waktu dekat dapat dibentuk organisasi tingkat Asia yang akan meningkatkan kemampuan negara-negara di kawasan baik dari sisi politik, ekonomi dan sosial maupun sains serta budaya. Organisasi ini diharapkan dapat membantu negara di Asia yang memiliki peradaban kuno ini.

Saat menyampaikan pidato di Dialog Kerjasama Asia (ACD) Senin (8/11), Ahmadinejad menyebut benua Asia sebagai pusat cinta kasih dan keadilan. Dikatakannya, semoga di sidang ACD di Tehran kali ini dapat mempererat kerjasama negara-negara Asia dan negara kawasan serentak mampu memainkan peran untuk menyebar keadilan dan perdamaian di dunia.
Ia mengingatkan, dewasa ini kita membutuhkan sistem tingkat dunia di mana seluruh bangsa dan negara memiliki peran seimbang dalam kancah global. "Seluruh negara juga harus aktif di masalah ini," ungkap Ahmadinejad. Menurut presiden Iran, sistem ini memerlukan pemikiran, budaya yang kokoh serta pengetahuan. Ia mengingatkan, keyakinan kita adalah ideologi, budaya dan pengetahuan yang mampu menjadi dasar keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan berada di Asia serta di antara bangsa-bangsa kawasan ini.

Oleh karena itu, menurut Ahmadinejad tanggung jawab bangsa Asia menjadi berlipat ganda untuk memperbaiki tatanan dunia dan menegakkan sistem baru yang manusiawi. Ia menyebut, benua Asia sebagai benua kuno yang luas dan kaya dengan sumber daya manusia, materi dan kemampuannya menciptakan peradaban serta budaya Islam. "Kemampuan seperti inilah yang saat ini dibutuhkan dunia," tegas Ahmadinejad.
Kerjasama dan kesamaan visi bukan hanya menguntungkan bangsa Asia namun juga menguntungkan seluruh bangsa dunia. Menurutnya bangsa Asia adalah bangsa yang cinta perdamaian sepanjang sejarah di dunia yang memiliki dimensi global bersumber dari selain Asia.
Seraya mengisyaratkan kondisi politik dunia saat ini, Ahmadinejad mengatakan, perang dan pembantaian massal adalah buah dari sistem global yang berkuasa saat ini dan dari sisi ekonomi sistem ini juga mengalami kekalahan. Kekalahan ini menurut Ahmadinejad disebabkan sistem tersebut bertumpu pada arogansi, intimidasi serta ideologi kapitalis.
Badan Pembangunan PBB (UNDP) Kamis lalu, melaporkan laporan terbaru pembangunan sumber daya manusia. Dalam laporan tersebut, Iran disebutkan sebagai negara yang berkembang cepat dari sisi pembangunan sumber daya manusia.
Berdasarkan laporan UNDP pada tahun 2010, Republik Islam Iran mengalami lonjakan 18 tingkat. Kini, negara ini berada pada tingkat ke 70 di dunia dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Penilaian itu berdasarkan pada sejumlah tolok ukur seperti harapan hidup, kwalitas sistem pendidikan dan penghasilan. Dengan urutan itu, Iran berhasil lebih unggul dari negara-negara seperti Brazil, Georgia, Turki, Cina, Thailand, Mesir, Indonesia, Afrika Selatan, Suriah dan India.
 

Murad Marjan: Iran Kekuatan Regional Terbesar

Murad Marjan, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Turki menyebut Republik Islam Iran sebagai kekuatan regional yang memiliki peran signifikan dalam menciptakan keamanan dan stabilitas. Saat bertemu dengan Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Rahimi Kamis (11/11) di Tehran, Marjan menegaskan pentingnya peningkatan hubungan bilateral Ankara-Tehran. Ia menambahkan, seluruh negara kawasan harus berusaha menciptakan stabilitas dan perdamaian tingkat regional.
Sementara itu, Rahimi seraya menilai Tehran dan Ankara memiliki peran penting dalam transformasi kawasan menyatakan, persautan negara kawasan akan menghalangi pengaruh kekuatan imperialis dan arogan dunia.
Rahimi menambahkan, hubungan Iran dan Turki sangat bersahabat dan mencapai puncaknya. Menurutnya hal ini dapat ditingkatkan ke level regional dan internasional. "Pengokohan kerjasama tingkat parlemen antara Turki dan Iran dapat membantu peningkatan hubungan di sektor politik dan ekonomi kedua negara," tandas Rahimi. (IRIB/MF)

Ahmadinejad: Dunia Harus Dipimpin Orang Saleh

 Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menekankan kembali bahwa dunia harus dipimpin oleh orang yang saleh. Berbicara dalam pertemuan dengan para cendekiawan Provinsi Qazwein, Iran, hari ini (11/11), Presiden Ahmadinejad mengingatkan bahwa perspektif bangsa Iran harus mendunia. Dikatakannya, "Dengan kerjasama, kepemimpinan atas dunia harus ada di tangan orang-orang yang baik."
Ahmadinejad menambahkan, "Hari ini, membangun Iran sama dengan menegakkan keadilan, martabat manusia, dan membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan dunia yang dipenuhi dengan keadilan."
Presiden Republik Islam Iran menyinggung kesulitan yang timbul oleh sepak terjang sejumlah negara. "Negara-negara adidaya menyadari bahwa Republik Islam Iran dapat menjadi negara yang punya pengaruh terbesar di dunia," tambahnya.
Ahmadinejad mengatakan, faktor yang memicu permusuhan adidaya dunia terhadap Republik Islam Iran adalah karena Iran tak mau tunduk kepada tekanan mereka. (IRIB/AHF)